Saturday, 21 March 2020

Melasti Yang Sangat Berbeda Tahun 2020, Bukan Kepantai Tapi..


Belakangan ini dunia sedang mengalami masalah yang serius, tentang mewabahnya virus corona/covid 19. Penyebaran virus ini awalnya menyerang negara Cina dan beberapa negara lainya belum termasuk indonesia.
       Namun pada awal bulan mei 2020, presiden RI jokowi menyampikan ke media publik, bahwa salah satu warga indonesia telah ada yang positif terjangkit Covid 19. Dengan seiring berjalanya waktu, korban virus corona semakin bertambah, menyebabkan pemerinta dengan cepat mengambil kebijakan-kebijakan agar bisa meredam penyebaran Virus dengan cepat.
      Bertepatan dengan informasi Covid 19 mulai menyerang indonesia, yang dimana masyaratat suku bali-hindu juga melaksanakan hari raya suci yaitu nyepi. Dan kebijakanpun diambil oleh petinggi agama Hindu dan disampaikan ke masing-masing adat, agar melasti dan pengarakan ogoh-ogoh dilaksanakan tidak seperti biasanya. Guna menghindari perkumpulan masa dalam skala besar yang dapat saja menyebarkan virus Corona.
Sehingga berdasarkan himbauan dan kebijakan yang telah dikelurkan melalui surat edaran, masyarakat suku bali hindu tetap melaksankan melasti pada tanggal 21/03.
       Dengan menhindari terjadinya perkumpulan massal, yang dimana melasti seharusnya dilaksakan di segara (laut) namun pelaksanaan tahun ini dilaksanakan didesa adat masing-masing pura.


Sebagian masyarakat bali hindu, tetap melestarikan budaya dalam rangkian menyambut hari raya nyepi ditengah maraknya penyebaran COVID 19, dengan mengambil alternatif Melasti diBeji.

perbedaan melasti tahun ini memang yang paling berbeda dari pada tahun sebelumnya, dimana seharusnya melasti dilaksanakan disegara (laut) dan dihadiri dari berbgai desa adat yang berbeda dan melaksanakan pemelastian bersama.

No comments:

Post a Comment